LUAR BIASA, CALON JAMA’AH HAJI BERLOMBA SUMBANG KONSUMSI DI KEGIATAN MANASIK IPHI KOTA BIMA
Kota
Bima, Inmas_Ahad, 18/03/2018, kegiatan pembinaan manasik haji gratis yang
diselenggarakan oleh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Bima telah
berjalan selama 7 pekan. Sejak dimulai pada Ahad, 04/02/2018 silam, pembinaan
manasik haji gratis tersebut rutin dilakukan setiap Ahad pukul 08.00 s.d 11.00
wita di Masjid Terapung Ama Hami Kota Bima NTB.
Kegiatan
bertujuan untuk meningkatkan pemahaman manasik haji bagi calon jama’ah Kota
Bima tahun 1439 H/2018 M. Tak hanya calon jama’ah haji dari Kota Bima yang
mengikuti kegiatan, calon jama’ah haji dari Kabupaten Bima, bahkan dari NTT pun
terlihat sangat antusias di antara jama’ah lainnya mendengarkan materi dari para
pembimbing manasik haji yang merupakan para pengurus IPHI Kota Bima.
Di
samping mendapatkan materi berupa penjelasan terkait manasik haji, calon
jama’ah juga melakukan praktik manasik haji. Praktik manasik dibimbing langsung
oleh para pembimbing haji dari IPHI Kota Bima, diantaranya HM. Adnin, SQ, M.Pd,
HM. Saleh Ismail, Drs. H. Furqan Ar Roka, H. Ahmad, S.Ag, H. Mukhtar, S.Sos, H.
Arifin, S.Ag. H. Abdul Latif, S.Pdi, dan H. Amrin Anshari, SH.
Setelah
melakukan praktik manasik haji di Taman Ama Hami yang lumayan menguras tenaga
karena dilakukan di bawah terik matahari, ada pemandangan yang terlihat biasa,
tapi cukup membuat terharu. Calon jama’ah haji terlihat berlomba menyumbangkan
konsumsi, seperti: air mineral, kue basah, kue kering, es campur, permen, dan
sebagainya. Makanan dan minuman tersebut dibagikan langsung ke seluruh calon jama’ah
yang lain.
Menanggapi
aksi para calon jama’ah haji Kota Bima ini, Drs. H.Furqan Ar Roka, Sekretaris
IPHI Kota Bima menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan manasik haji
diselenggarakan secara gratis. Dikarenakan tidak adanya anggaran, makanya tidak
disediakan konsumsi. Aksi para calon jama’ah haji yang menyumbangkan makanan
dan minuman tersebut sebagai bentuk solidaritas, saling membantu,
tolong-menolong, adanya kepedulian, dan bentuk kerjasama. Dampaknya sangat
positif, akan terbentuk keakraban karena adanya saling mengenal antar jama’ah.
Apalagi jika terjadi dalam satu regu atau rombongan. Yang seperti ini termasuk
tahapan-tahapan untuk mendapatkan haji mabrur. (Ros)

Komentar
Posting Komentar